Minggu, 30 November 2008

Sejarah SMP Islam Dahlan Syafii


SMP Islam “Dahlan Syafi’i” terletak di Desa Pekukuhan kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Desa tersebut terletak disebuah Kecamatan arah Timur wilayah Kabupaten Mojokerto. SMP Islam “Dahlan Syafi’i” berada di dalam lingkungan pedesaan, di mana kehidupan masyarakatnya cenderung bersifat religius. Oleh karena itu, keberadaan SMP Islam “Dahlan Syafi’i” segera memperoleh sambutan hangat masyarakat di sekitarnya.

Almarhum KH. Moenasir Ali dan bersama Alim ulama’ dan tokoh-tokoh masyarakat setempat sepakat mendirikan lembaga pendidikan yang berciri khas agama Islam yaitu: SMP Islam “Dahlan Syafi’i” yang mencetak putra-putri Muslim yang berakhlakul karimah yang berhaluan Ahlussunnah Wal jama’ah.

Pada tahun 1983 sudah dapat menerima siswa baru sebanyak 78 siswa. Sesuai dengan cita-cita dari bapak K.H. Moenasir Ali, maka lembaga tersebut di namakan SMP Islam “Dahlan Syafi’i” yang bernaung di bawah Yayasan Lembaga Pendidikan Ma’arif kec. Mojosari.

Diantara para tokoh pendirinya adalah sebagai berikut:

1) Bapak K.H. Moenasir Ali

2) Bapak Ahmad Misri B.A

3) Bapak Drs. Abdullah

4) Bapak Drs. H. Mukri

5) Bapak Drs. Zainul Fanani

6) Bapak Abdullah Suwandri

7) Bapak Drs. Akhyar

Adapun yang mendorong para tokoh tersebut untuk mendirikan SMP Islam “ Dahlan Syafi’i” adalah:

1) Di Kecamatan Mojosari belum adanya sekolah lanjutan tingkat pertama yang bernafaskan Islam seperti SMP Islam “Dahlan Syafi’i”.

2) Banyak lulusan dari Sekolah Dasar Kecamatan Mojosari dan sekitarnya yang ingin melanjutkan ke Sekolah yang bernafaskan Islam.

3) Banyak lulusan Sekolah Dasar yang tidak tertampung di SMP Negeri di wilayah Kecamatan Mojosari.

Dari latar belakang tersebut di atas, maka muncullah gagasan untuk segera membentuk lembaga pendidikan setingkat SMP yang bernafaskan Islam.

Sedang tujuan didirikannya SMP Islam “Dahlan Syafi’i” adalah sebagai berikut:

1) Ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan formal.

2) Menghilangkan atau setidaknya mengurangi kebodohan masyarakat baik dalam ilmu agama Islam maupun dalam ilmu-ilmu yang umum.

3) Mengembangkan dan meningkatkan ajaran-ajaran Islam sehingga bisa terlaksana bagi orang atau seseorang dan masyarakat pada umumnya untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

4) Membentuk pribadi para pelajar budi pekerti yang luhur sesuai dengan ajaran Islam.

Membentuk manusia yang alim, intelek, dan intelek yang alim

Tidak ada komentar: